Chlorination Plant
Chlorination Plant adalah suatu alat  yang dapat meng-elektrolisa air laut dan menghasilkan Sodium Hypochlorite (NaOCl). Selanjutnya diinjeksi-kan ke intake air pendingin. Pada instalasi pembangkit listrik thermal yang memerlukan air laut untuk pendingin condenser, zat NaOCl dipakai untuk melumpuhkan mikroorganisme laut agar tidak bersarang dan merusak peralatan.

Reaksi kimia

reaksi kimia proses electrolyzerReaksi kimia dalam Electrolyzer diperlihatkan dengan gambar disamping :

Electrolysis dalam  Electrolyzer :

Aliran air laut berada diantara kedua elektrode (anode dan cathode) dalam Electrolyser dihubungkan ke sumber arus DC, reaksi kimia yang terjadi didalam electrolyzer antara chlorine dan caustic soda  yang dihasilkan oleh elektrolisis.

Reaksi Chlorinasi :
Arus searah, lewat melalui air laut yang mengalir dalam Electrolyzer, dimana sodium  chloride (NaCl) diuraikan menjadi ion Na+ dan Cl-, dengan reaksi kimia sebagai berikut :

Persamaan Reaksi:

2NaCl —->  2Na+  +  2Cl-

Katoda:     2Na+  +  2e- —-> 2Na

2Na  +  2H2O —-> 2NaOH  +  H2

Anoda:       2Cl- —-> Cl2  +  2e-

Cl2  +  2NaOH —-> NaOCl  +  NaCl  +  H2O

2NaCl  +  2H2O —-> NaOCl  +  NaCl  +  H2O  +  H2

 

Chlorination Plant

Gb 2. Chlorination Plant

 

Mode Operasi

Continuous dosing

Injeksi/dosing sodium hypochlorite pada saluran masuk air laut (seawater intake channel) diatur sebesar 1 ppm

Shock dosing

Diatur sebesar 3 ppm selama 20 menit tiga hari sekali. Shock dosing bertujuan mengganggu kekebalan biota laut terhadap dosing sodium hypochlorite sebesar 1 ppm, sehingga diharapkan dengan shock dosing ini biota-biota laut yang telah beradaptasi dengan injeksi NaOCl sebesar 1 ppm dapat dilumpuhkan.