Cara Mengubah Air Laut menjadi Air Tawar – Desalination Plant

Desalination – Sejumlah air dengan kapasitas yang besar pada pembangkit listrik thermal, umumnya diambil dari air laut, agar air laut tersebut masuk dalam standar baku yang dibutuhkan pada pembangkitan,  maka perlu dirubah dahulu menjadi air tawar, tapi tahukah sahabat, apa saja teknologi yang digunakan dan bagaimana cara kerjanya, jika belum yuk simak ulasan singkat berikut ini

Dalam proses produksi energinya, pembangkit listrik thermal seperti PLTU memerlukan sejumlah air dengan kapasitas yang besar untuk dirubah menjadi uap kering / superheat.

Akan tetapi air yang masuk pada sistem pembangkitan memerlukan persyaratan khusus, yaitu bebas dari mineral, yang disebut juga air demin / makeup water. Air demin ini memiliki standar nilai konduktifitas, TDS dan PH yang diijinkan.

Untuk menghasilkan air bebas mineral, diperlukan sistem pengolahan air yang disebut Water Threatment Plant / (WTP). WTP adalah proses pengolahan air yang dimulai dari pre-treatment, Desalination dan demineralizaion.

Pada umumnya sejumlah air dengan kapasitas yang besar tersebut diambil dari air laut. Nah agar air laut tersebut masuk dalam standar baku yang dibutuhkan dalam pembangkitan,  maka perlu dirubah dahulu menjadi air tawar atau disebut juga service water menggunakan media desalination plant.  Desalination plant ini berfungsi untuk memproduksi air tawar / ( service water ) dengan menggunakan air laut sebagai pendingin sekaligus bahan baku melalui proses desalinasi.

Jenis – Jenis Teknologi Desalinasi

Pada umumnya proses desalinasi dilakukan dengan teknologi pemisahan thermal dan membran. Proses pemisahan thermal yang paling banyak digunakan yaitu menggunakan teknologi Multi Stage Flash / (MSF) dan Multi Effect Distillation / (MED). Dan proses pemisahan membran, yaitu menggunakan teknologi Electro Dyalisis (ED) dan Reverse Osmosis (RO).

Pemilihan teknologi yang digunakan berdasarkan beberapa faktor seperti kualitas air yang diinginkan, sumber energi yang digunakan untuk memproduksi air, debit air yang digunakan, faktor ekonomi, keandalan, kemudahan operasi, serta pemeliharaannya. Yuk kita mengenal satu persatu teknologi yang digunakan ini.

Desalination Plant – Multi Stage Flash / (MSF)

Dalam prosesnya, air laut disalurkan ke dalam vessel yang dinamakan brine heater untuk dipanaskan. Proses pemanasan dilakukan dengan cara menyemprotkan uap panas yang keluar dari turbine pada pembangkit listrik. air laut yang sudah dipanaskan kemudian dialirkan ke vessel yang dinamakan stage. Ditempat ini tekanan dikondisikan menjadi lebih rendah dari stadium sebelumnya. Perubahan tekanan akan menyebabkan air laut yang masuk menjadi mendidih secara mendadak (flashing) dan menyebabkan terjadinya uap air (water vapour). Proses ini akan terus berlanjut pada stage berikutnya sampai air menjadi dingin dan tidak menghasilkan uap lagi. Uap air yang dihasilkan dari flashing ini dikondensasi pada tabung yang ada pada tiap stage. Tabung ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengalirkan air laut masukan ke dalam brine heater. Pada proses kondensasi ini juga akan menghangatkan air laut masukan, sehingga jumlah energi yang dibutuhkan untuk memanaskan air laut masukan dari brine heater menjadi lebih kecil.

Desalination Plant – Multi Effect Distillation (MED)

Pada teknologi desalinasi jenis MED digunakan prinsip evaporasi dan kondensasi. Cara kerja dari teknologi ini adalah dengan cara  menyemprotkan / spray air laut masukan pada permukaan evaporator. Permukaan evaporator ini biasanya berbentuk tabung (tubes) yang dilapisi film tipis (thin film) untuk mempercepat pendidihan dan penguapan.

Proses penguapan pertama terjadi dengan menggunakan uap panas buangan dari pembangkit listrik / boiler yang keluar dari turbin. Uap itu memberikan panas untuk proses desalinasi dan sekaligus juga terkondensasi menjadi air yang kemudian dikembalikan lagi ke boiler pada pembangkit listrik. uap yang dihasilkan pada proses terakhir dikondensasikan pada heat exchanger terpisah yang dinamakan final condenser.

Desalination Plant – Membran Reverse Osmosis (RO)

Membrane secara umum didefinisikan sebagai lapisan tipis semipermiabel yang berfungsi sebagai alat pemisah berdasarkan sifat fisiknya. Hasil pemisahan disebut juga konsentrate / (bagian yang tidak melewati membrane) dan permeate / (bagian dari campuran yang melewati membrane). Proses pemisahan disebabkan oleh gaya dorong. Pada membrane reverse osmosis, air laut diberikan tekanan agar air tawar yang terkandung didalam air laut keluar menembus dinding pemisah / (membrane). Bagian inti dari instalasi RO adalah RO Module, yang berbentuk suatu bejana tekan silindris yang berisi serat fibre yang bagian dalamnya berlubang. Air umpan masuk kedalam lubang halus serat fibre, karena ditekan, air tawar akan menembus keluar dari dinding fiber menjadi produk air tawar, sedangkan sisanya keluar melalui trottle valve.


Tulisan terkait :

Leave a Comment