Teknologi Mikroturbin Berbasis Landfill Gas

Mikroturbin adalah teknologi pemulihan energi landfill gas (LFG) terutama di tempat pembuangan sampah yang kecil. Ya, mikroturbin lebih cocok diaplikasikan untuk kebutuhan listrik skala kecil dengan acuan output berkisar 30 kilowatt (kW). Sebagai gambarannya, energi listrik yang dihasilkan setidaknya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik 20 rumah. 

Baca juga:

Sebagai catatan, mikroturbin merupakan teknologi listrik skala kecil dengan faktor ekonomi dan penggunaan LFG dalam jumlah yang rendah. Selain itu, teknologi mikroturbin juga beragam, tidak serta-merta memiliki jenis turbin atau mesin yang sama. Untuk proyek LFG 800 kW, misalnya, mikroturbin menggunakan mesin pembakaran internal untuk mengoperasikan sistem. Sementara untuk proyek 3 MW, mikroturbin menggunakan turbin konvensial untuk menjalankan mesin. 

Teknologi Mikroturbin

Pada dasarnya, teknologi mikroturbin merupakan turbin yang dirancang untuk memiliki pembakaran tinggi yang biasanya digunakan pada energi listrik dan industri penerbangan. Berikut adalah prinsip kerja dari teknologi landfill gas ini:

  1. Bahan bakar (dengan tekanan 70 –  80 psig) dialirkan menuju bagian combustor mikroturbin
  2. Saat di combustor, udara dan bahan bakar dibakar sampai menghasilkan kalor yang dapat mengeluarkan gas pembakaran. 
  3. Gas pembakaran tersebut akan digunakan untuk mengoperasikan generator, di mana generator bakal menghasilkan listrik,
  4. Adapun efisiensi mesin dapat ditingkatkan, dengan cara mengoperasikan recuperator. Recuperator adalah alat yang dapat melaksanakan pemanasan awal udara pembakaran menggunakan gas keluaran turbin. 

Secara umum teknologi mikroturbin LFG memiliki komponen sebagai berikut:

  1. Kompresor LFG
  2. Peralatan pretreatment LFG 
  3. Mikroturbin
  4. Pusat kontrol motor
  5. Switchgear
  6. Transformer step-up

Instalasi Mikroturbin

Teknologi mikroturbin memiliki persyaratan kondisi yang harus dipenuhi dagar dapat menghasilkan listrik. Berikut adalah requirement yang wajib ada: 

  1. Laju aliran LFG rendah
  2. Kandungan metana LFG yang rendah
  3. Memiliki bagian pengemisi udara
  4. Listrik hanya dapat digunakan untuk fasilitas sekitar onsite 
  5. Tarif listrik tinggi
  6. Air panas dibutuhkan, sehingga harus berada di lokasi dekat mikoturbin.

Keuntungan dan Kerugian

Teknologi yang menggunakan LFG berbasis gas metana inimemiliki banyak keuntungan dibandingkan teknologi utilisasi LFG lainnya. Berikut adalah keuntungannya:

  1. Mudah dibawa kemana-mana
  2. Penggunaannya yang gleksibel
  3. Emisi gas buang yang rendah
  4. Mampu terbakar dengan kandungan metana yang rendah
  5. Mampu memproduksi kalor dan air panas

Namun tentunya tidak ada teknologi yang sempurna betul. Setidaknya pasti ada beberapa kelemahan baik dalam performa maupun pengoperasiannya. Berikut adalah kekurangan dari teknologi yang memanfaatkan LFG ini: 

  1. Efisiensi lebih rendah daripada jenis turbin lainnya
  2. Konsumsi bahan bakarnya besar
  3. Sensitif terhadap kontaminasi siloxane
  4. Membutuhkan pretreatment LFG
  5. Butuh kompresor bertekanan tinggi untuk meningkatkan laju aliran, sehingga biaya modal yang dikeluarkan lebih banyak
  6. Belum tentu dapat beroperasi dalam jangka panjang

Leave a Comment