Canggih, Jadi Ini 5 Pembangkit Listrik Tenaga Injak!

Pembangkit Listrik Tenaga Injak, apakah teknologi itu benar-benar ada? Barangkali tak sedikit dari Anda yang berpikir seperti itu. Sebab, bagaimana bisa listrik dihasilkan dari hentakan kaki?

Baca juga:

Nah, akan tetapi, sekarang sudah ada gebrakan baru yang berhasil menembus pagar pemikiran kita. Suatu gebrakan yang menemukan teknologi pembangkit listrik tenaga injak. Bahkan jumlahnya sudah cukup banyak. Bagaimana, Anda penasaran? Yuk, check it out!   

1. Jalan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Injak

Adalah perusahaan bernama PaveGen, salah satu perusahaan yang menciptakan pembangkit listrik tenaga injak. Perusahaan di Inggris ini melihat potensi berjalan kaki sebagai pembangkit listrik. Menurut mereka, hal ini bisa dilakukan, bahkan berjalan kaki dapat dijadikan pembangkit listrik yang berkelanjutan [1]. 

Teknologi ini nantinya bekerja sesuai prinsip elektromagnetik. Bahasa sederhananya, hentakan langkah kaki akan menggerakkan roda yang berada di bagian bawah lantai. Roda pun berputar, sampai energi kinetik berubah menjadi energi listrik. Selain untuk mengoperasikan energi kinetik, roda juga dapat menyimpan energi yang diperoleh. 

Sebagai catatan, satu hentakan kaki akan menghasilkan tegangan listrik senilai 5 watt. Nah, jumlah tegangan listrik akan semakin besar seiring dengan banyaknya jumlah hentakan kaki.

2. Sepatu Listrik SolePower

SolePower, salah satu pembangkit listrik tenaga injak yang ada. Uniknya, teknologi ini mengambil bentuk sepatu sebagai teknologi penghasil listrik. Bahkan bisa dibilang, SolePower sengaja menjelma bentuk yang mudah nan nyaman agar dapat menghasilkan listrik secara mudah.

Bermodalkan hentakan kaki, Anda dapat menghasilkan listrik dengan SolePower. Energi disimpan dalam baterai yang ada di sepatu. Dan energi tersebut nantinya dapat Anda gunakan sebagai powerbank. Cocok sekali bagi Anda yang sedang bepergian jauh. 

3. Pie-Hat, Pembangkit Listrik Tenaga Injak dengan Menggunakan Piezoelectric

Piezoelectric-Harvesting Technology atau Pie-Hat merupakan teknologi pembangkit listrik tenaga injak terkini lainnya. Teknologi ini ditemukan oleh tiga mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) [3].

Secara sederhana, Pie-Hat memanfaatkan sensor Piezoelectric untuk menghasilkan listrik. Sensor ini bekerja ketika ada sentuhan energi mekanik pada permukaan. Ketika ada sentuhan, permukaan sensor mengalami tekanan, dan struktur kristal pun akan terpolarisasi. Lalu, akan terciptalah besaran energi listrik.

Namun, listrik yang dihasil masih berbentuk alternating current (AC). Ia perlu disearahkan agar dapat disimpan dalam baterai. Nah, listrik itu disearahkan dengan Bridge Rectifier. Setelah disearahkan, dilakukan pengkondisian sinyal agar stabil dengan kondisi baterai.

Adapun setiap injakan pada satu piezoelectric dapat menghasilkan listrik sebanyak 0,07 watt. Sebagaimana dua teknologi sebelumnya, semakin banyak injakan, maka semakin banyak energi listrik yang bisa dihasilkan. 

Nah, Pie-Hat sendiri rencananya akan diletakkan tujuh unitnya di: gerbang masuk sebanyak 1 buah, di tangga sebanyak 5 buah, dan di peron sebanyak 1 buah. Adapun satu Pie-Hat itu sendiri terbuat dari 40 piezoelectric yang disusun secara berlapis dan bertumpuk. Dan total piezoelectric yang digunakan, yaitu 280 unit, diperkirakan akan menghasilkan listrik sebesar 1.365 kJ. Besar energi tersebut dapat menghidupkan 6 buah lampu led dengan ukuran 5 watt.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Injak Anak Tangga

Teknologi satu ini bernama Tangga Statis. Pembangkit listrik tenaga injak yang dibuat oleh dua mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Dan sama seperti teknologi-teknologi sebelumnya, pembangkit ini memanfaatkan hentakan kaki untuk menghasilkan listrik. Listrik tersebut nantinya akan digunakan untuk menghidupkan lampu ruangan dan menyalakan perangkat elektronik.

Sederhananya, Tangga Statis memanfaatkan beban pijakan pada anak tangga sebagai sumber energi. Adapun anak tangga disusun dengan pegas dan tuas, di mana keduanya disambungkan pada gir dan roda penghubung. Satu kesatuan komponen tadi kemudian diselaraskan dengan generator. Nah, generator inilah yang akan menyimpan dan menghasilkan listrik.

Sebagai catatan, setiap anak didesain memiliki pegas yang sudah disebutkan sebelumnya. Jumlah injakan dan berat badan akan memengaruhi besar listrik yang dihasilkan. Semakin banyak injakan dan besar tekanan, maka listrik yang dihasilkan akan semakin banyak.

5. Menggunakan Tas Canggih Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Injak 

Electricity Bag atau E-Bag, adalah tas hasil temuan mahasiswa ITB. Teknologi ini memanfaatkan hentakan kaki manusia dalam memicu penghidupan sensor piezoelektrik (yang ada di dalam ransel). Hentakan kaki tersebut akan menghasilkan gerakan sinusoidal-vertikal dengan frekuensi sebesar 2 Hz. Frekuensi tersebut akan memberi tanda pada piezoelektrik dan menghidupkannya. 

Referensi:

[1] Tifani N.A, 2017, Canggih dan Menjanjikan, Ini Pembangkit Listrik Tenaga Jalan Kaki, Liputan6.com, dilihat 11 Februari 2021, <https://www.liputan6.com/citizen6/read/3136143/canggih-dan-menjanjikan-ini-pembangkit-listrik-tenaga-jalan-kaki>.

[2] Fajar G, 2017, SolaPower. Hanya dengan Berjalan Kaki, Kamu Bisa Hasilkan Energi Listrik Buat Kebutuhan Sehari-hari, Hipwee, dilihat 11 Februari 2021, <https://www.hipwee.com/feature/solepower-pembangkit-tenaga-listrik-tenaga-jalan-kaki-kini-beneran-ada-biar-manusia-nggak-malas/>.

[3] Anonim, 2015, Pembangkit Listrik Ini Dihasilkan dari Injakan Kaki Manusia, viva.co.id, dilihat 11 Februari 2021, <https://www.viva.co.id/berita/nasional/706877-pembangkit-listrik-ini-dihasilkan-dari-injakan-kaki-manusia?page=all&utm_medium=all-page>.

[4] Riski P, 2016, Manfaatkan Tenaga Pijakan, Mahasiswa Untag Buat Tangga Penghasil Energi Listrik, Mongabay, dilihat 11 Februari 2021, <https://www.mongabay.co.id/2016/02/27/manfaatkan-tenaga-pijakan-mahasiswa-untag-buat-tangga-penghasil-energi-listrik/>.

[5] Fauzan A, 2016, Mahasiswa ITB Hasilkan Energi Listrik dari Aktivitas Berjalan, Kabar Kampus, dilihat 11 Februari 2021, <https://kabarkampus.com/2016/10/mahasiswa-itb-hasilkan-energi-listrik-dari-aktivitas-berjalan/>.

Leave a Comment