Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Pembangkit Listrik Tenaga GAS (PLTG) atau biasa disebut juga Pusat Listrik Tenaga Gas adalah salah satu mesin pengubah energi. Seperti halnya turbin air yang mengubah tenaga potensial air karena perbedaan ketinggian, turbin uap yang mengubah tenaga uap dengan menurunkan entalpy yang dikandungnya. Dalam hal ini, turbin gas mengubah energi kimia hidrokarbon yang dikandung bahan bakar minyak atau gas yang komponen utamanya adalah gas methane CH4, yang direaksikan dengan oksigen yang terdapat dalam udara. Produk dari reaksi antara gas atau minyak hidrokarbon dengan oksigen adalah uap air (H2O), karbondioksida (C02) dan panas / energi. Reaksi kimia yang dapat menghasilkan energi disebut reaksi eksoterm. Gas hasil reaksi inilah yang sangat potensial untuk diubah menjadi energi mekanik.

Siklus Brayton
Siklus Brayton

Prinsip kerja Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Prinsip kerja PLTG berdasarkan siklus Brayton, dimana:

  • (1-2) Kompresi isentropic (isentropic compression) di Kompressor. Udara yang terfiler masuk ke dalam compressor untuk dinaikkan tekanannya dimana terjadi peningkatan suhu dan tekanan. Proses ini disebut dengan proses kompresi. Udara yang dihasilkan dari kompresor akan digunakan sebagai udara pembakaran dan juga untuk mendiginkan bagian-bagian turbin gas.
  • (2-3) Penambahan panas tekanan tetap (constant pressure heat addition). Setelah dikompresi, udara tersebut dialirkan ke ruang bakar, dimana udara bertekanan ini dicampur dengan bahan bakar (Gas / BBM) dan dibakar pada tekanan yang konstan.
  • (3-4) Expansi isentroik (isentropic expantion) di turbin. Pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar menghasilkan gas bersuhu tinggi sampai kira-kira 1300°C dengan tekanan 13 kg/cm Gas bertekanan ini kemudian dialirkan menuju turbin untuk disemprotkan kepada sudu-sudu turbin sehingga energi (enthalpy) gas ini dikonversikan menjadi energi mekanik dalam turbin penggerak generator dan akhirnya generator menghasilkan tenaga listrik.
  • (4-1) Pembuangan panas tekanan tetap (constant pressure heat rejection). Gas panas hasil ekspansi didalam turbin menghasilkan gas bekas (flue gas) dengan temperature yang masih cukup tinggi (500°C) dan tekanan diatas sedikit dari tekanan atmosfir, selanjutnya gs bekas ini dibuang atau dialirkan ke udara luar.

Kelebihan dan kekurangan Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Dibandingkan jenis pembangkit lain PLTG memiliki beberapa keuntungan diantaranya:

  • Siklus kerja pembangkit lebih sederhana.
  • Proses Pembangunan pembangkit listrik yang lebih cepat dibandingkan dengan pemabgnunan pembamgkit listrik tenaga uap.
  • Konstruksi dari pembangunan pebangkit listrik tenaga gas (PLTG) sederhana dan tidak memelurkan area yang luas.
  • Waktu pemanasan dari k ondisi dingin sampai beban penuh sangat singkat (start up cepat)
  • Peralatan kontrol dan alat bantu sangat minim dan sederhana.
  • Fleksibilitas yang tinggi, mudah dalam menaikkan dan menurunkan beban sesuai dengan kebutuhan sistem.
  • Sisa pembakaran atau gas buang dari PLTG dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas yang dapat digunakan untuk memanaskan ketel uap (boiler).

Namun PLTG mempunyai beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis pembangkit termal. Kelemahan itu adalah:

  • Biaya pemeliharaan PLTG sangat besar. Hal ini dikarenakan pembangkit bekerja pada suhu dan tekanan tinggi, komponen-komponen dari PLTG yang disebut hot parts menjadi cepat rusak sehingga memerlukan perhatian yang serius.
  • Operasi turbin gas yang menggunakan gas hasil pembakaran dengan suhu tinggi memberikan resiko korosi suhu yang tinggi, yaitu bereaksinya logam kalium, vanadium, dan natrium yang terkandung dalam bahan bakar dengan bagian-bagian turbin seperti sudu dan saluran gas panas.
  • Daya mampunya dipengaruhi oleh kondisi alam sekitar, dicuaca yang panas pembangkit listrik tanaga gas terkadang menghasilkan kapasitas dibawah dari daya mampu pembangkit.
  • Menggunakan bahan bakar gas yang terbilang masih relatif lebih mahal dibandingkan dengan batu bara, serta harga beli gas yang komponennya mengikuti perubahan harga pasar gas dunia.


Tulisan terkait :

Leave a Comment