Pengusaha Amerika Habiskan Rp 29 M Perpanjang Usia dengan Teknologi

Penuaan sudah pasti akan dialami oleh manusia dan sejarah menyebutkan sudah banyak dilakukan pencarian obat untuk memperpanjang usia. Hal ini juga mengusik seorang miliader pemilik perusahaan teknologi bernama Bryan Johnson. Apakah penuaan bisa dilawan secara menyeluruh? Bukan hanya dengan operasi plastik. 

Bryan yang sempat mengalami depresi akibat bekerja terlalu keras berpikir menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian melawan proses penuaan. Ia pun rela  menjalani berbagai metode dan rutinitas yang sangat ketat dalam penelitian tersebut. Kini di usianya yang ke-45, Bryan menunjukkan hasil project Blueprint yang telah dijalankan selama 2 tahun ini.

Seperti apakah project Blueprint yang membuat Bryan rela merogoh kocek hingga Rp 29 miliar per tahun itu? Bagaimana potensinya untuk dikembangkan di masa mendatang?

Project Blueprint : Eksperimen Bryan Johnson hentikan penuaan

Dilansir dari website Project Blueprint, Bryan Johnson menyebutkan bahwa penelitian ini merupakan evolusi kecerdasan radikal yang menggabungkan manusia, AI, dan biologi. Tujuannya adalah memperlambat penuaan semaksimal mungkin dan membalikkan usia dengan cara mengoptimalkan seluruh 70 lebih organ tubuh. 

Sehingga pengambilan keputusan berdasarkan kebutuhan tubuh, bukan keinginan, selama Bryan menjalani eksperimen ini. Alhasil seluruh rutinitas harian yang dijalani Bryan berdasarkan pada science yang merupakan hasil dari pengukuran tubuhnya. Mulai dari bangun pagi hingga tidur kembali di malam hari, semuanya dihitung dengan detil oleh para ahli di bidangnya. Ayah 3 anak ini hanya perlu menjalankan pola yang sudah ditentukan tersebut.

Terdengar sederhana namun Bryan harus menjalani rutinitas tersebut secara presisi setiap harinya selama 2 tahun ini. Tidak boleh mengambil waktu libur ataupun mogok karena jenuh. Tidak bisa tiba-tiba makan es krim karena sekedar ingin memakannya. Semua yang dikonsumsi dan dilakukan didasarkan pada data. Pengukuran dilakukan mulai dari harian, mingguan hingga bulanan tanpa terlewat. 

Kondisi tubuh Bryan terus dipantau oleh  tim yang terdiri dari 30 dokter ahli  secara intensif, termasuk membayar mahal dokter pengobatan regeneratif.  Itu sebabnya biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 29 miliar per tahun. Untuk menjaga asupan makan dan suplemen sehari-hari saja dibutuhkan biaya sangat tinggi, belum lagi peralatan olahraga dan jasa perawatan tubuh berteknologi tinggi lainnya. Tidak hanya organ dalam, Bryan juga melakukan perawatan kulit, rambut dan pemijatan otot oleh dokter atlet.

Beginilah rutinitas ekstrim yang dijalani Bryan Johnson untuk kembali muda

Alih-alih melakukan operasi yang dilakukan kebanyakan orang untuk tampak muda lagi namun Bryan Johnson memilih menjalani program diet harian yang ketat dan memadukannya dengan teknologi modern dalam bidang kesehatan. 

Keinginan mengejar kemudaan tersebut berawal dari kondisi dirinya sendiri. Fisik dan mentalnya sempat jatuh hingga nyaris bunuh diri akibat stres dan kerja keras membangun startup Braintree. Setelah menjual startupnya ke EBay di usia 30-an tahun, Bryan mulai menjadikan tubuhnya sebagai percobaan dengan target membuat semua organ tubuhnya berfungsi seperti usia remaja. 

Bryan menjalani pola makan vegan yang diatur ketat yaitu 1.997 kalori per hari. Dia juga harus berolahraga intensitas tinggi selama satu jam yang dilakukan tiga kali seminggu. Jam dan durasi tidur juga harus sama setiap harinya. Bryan bangun pukul 05.00 waktu setempat dan memulai hari dengan mengonsumsi suplemen.

Setelah itu dia berolahraga selama satu jam dan dilanjutkan dengan minum jus hijau yang dicampur kreatin dan peptida kolagen. Tidak lupa menyikat gigi dan berkumur dengan minyak teh hijau dan gel antioksidan.

Bryan juga memakai kacamata untuk menghalangi cahaya biru selama dua jam sebelum tidur untuk mengoptimalkan kualitas tidurnya. Bahkan ia rela melakukan rutinitas yang memperkuat tubuh bagian bawah 30 menit setiap hari  agar tidak perlu terbangun tengah malam untuk buang air kecil. Durasi tidurnya tepat 8,5 jam di malam hari tanpa terbangun.

Selain itu dia juga  terus memantau tanda-tanda vitalnya dan menjalani prosedur medis bulanan untuk mempertahankan hasil rutinitas ketatnya. Mengukur berat badan, indeks massa tubuh, lemak, kadar gula, dan detak jantung tidak dilewatkan Bryan. Sama seperti pemeriksaan USG, MRI, kolonoskopi, dan tes darah setiap bulannya.

Potensi Project Blueprint untuk masa depan manusia

Bryan menyebutkan bahwa project Blueprint ini hadir di era yang tepat. Setelah dua tahun menjalani proyek ini, Johnson merasakan manfaatnya, terutama pada bagian organ dalam tubuhnya. Data hasil pemeriksaan badannya diperoleh hasil yang optimal seperti BMI, glukosa, lemak, hingga kolesterol pada tubuh. 

Dilansir dari Bloomberg, eksperimen tersebut berhasil membuat Bryan 5 tahun lebih muda. Di usianya ke-45 tahun, ia memiliki jantung berusia 37 tahun dan kualitas paru-paru usia 18 tahun serta kulit 27 tahun.

Bryan Johnson sendiri menargetkan memiliki kualitas organ dalam tubuh setara usia 18 tahun setelah menjalani project Blueprint.

Selain itu ia juga merasa lebih bahagia. lebih bersemangat menjalani hidup dan bersyukur. Perubahan psikis itu juga membuatnya menjadi sosok yang lebih ramah, tidak mudah tersinggung dan bisa berpikir lebih jernih. Dari sanalah Bryan berpikir bahwa memiliki rutinitas yang sehat bisa memberikan dampak sangat besar meski proses penuaan akan terus berjalan.

Melihat hasil project Blueprint tersebut menuai tanggapan positif meskipun disebut “tidak ada yang benar-benar revolusioner” karena sebenarnya  hanya butuh menjalankan perilaku yang sangat ekstrim, intens dan ketat. Asalkan memiliki disiplin tinggi maka bisa melakukannya.

Oliver Zolman, kepala tim medis Bryan, menyebutkan bahwa tujuan project ini pun adalah untuk membuktikan bahwa manusia dapat mengurangi usia biologis masing-masing organ hingga 25 persen.

“Jika kita akhirnya dapat membuktikan secara klinis dan statistik bahwa Bryan telah membuat perubahan itu, itu akan berefek yang sangat besar yang bisa memungkinkan intervensi dan melampaui apa yang mungkin secara genetik,” papar Oliver.

Kesimpulan

Meski belum memenuhi target Bryan untuk membalikkan usia namun sudah berhasil jadi lebih muda kembali. Meski begitu, CEO Kernel ini mengakui bahwa penuaan tidak bisa dilawan untuk mencapai keabadian. Setidaknya melalui eksperimen ini membuktikan bahwa metode gaya hidup sehat berdasarkan data dan rekam medis bisa dilakukan oleh siapapun. 

 

 

Leave a Comment

Close
Maximize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: