Metanol: Pengertian, Asal, Kegunaan, dan Bahayanya

Walaupun tidak selalu berbentuk minuman, sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari manusia sering berdekatan dengan alkohol dan metanol adalah salah satunya. Pada dasarnya, senyawa ini adalah turunan alkohol yang paling sederhana dan penggunaannya pun banyak termasuk dalam kosmetik.

Selain itu, senyawa ini pun biasa dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan juga sering dijadikan sebagai bahan aditif pembuatan alkohol. Tentu saja, senyawa ini merupakan senyawa yang beracun sehingga penggunaannya pun harus sesuai dengan ketentuan.

Apa itu Metanol?

Apa itu Metanol?

Senyawa ini biasa disebut juga dengan spiritus, wood alcohol atau metil alkohol dengan rumus kimianya adalah CH3OH. Sederhananya, ini adalah senyawa yang berupa cairan bening dan baunya menyengat seperti alkohol.

Senyawa ini juga merupakan senyawa yang mudah larut dalam air sehingga kalau dimasukkan dalam tubuh manusia, organ-organ juga akan mudah menyerapnya. Pastinya, paparan senyawa ini sangat berbahaya mengingat sifatnya yang beracun.

Metanol bersifat mudah terbakar. Akan tetapi, proses pembakarannya juga menghasilkan api yang tidak memiliki warna. Oleh sebab itu, siapapun yang berada dekat dengan senyawa ini sangat dihimbau untuk berhati-hati demi menghindari cedera akibat api yang tidak terlihat tersebut.

Meskipun bahaya metanol sangat serius, tidak bisa dipungkiri juga bahwa senyawa ini memberikan banyak manfaat khususnya di dunia industri. Senyawa ini bisa dijadikan pengganti bensin untuk kendaraan bermotor karena termasuk bahan bakar yang oktannya tinggi.

Selain itu, turunan dari wood alcohol murni ini juga bisa membentuk resin, zat warna sintetis, obat-obatan dan bahkan parfum.

Asal Metanol

Asal Metanol

Seperti yang sudah diketahui, senyawa ini biasa disebut juga dengan wood alcohol. Hal ini dikarenakan metanol terbuat dari proses penyulingan kayu. Dalam proses ini dikombinasikanlah hidrogen dan gas karbon monoksida dengan adanya katalis.

Selain itu, metanol berasal dari metabolisme anaerob yang terjadi pada bakteri. Sebenarnya, proses metabolisme ini akan menghasilkan uap senyawa yang dimaksud dalam jumlah kecil di udara. Setelah beberapa waktu, uap ini akan teroksidasi dan berubah menjadi cairan melalui sinar matahari dan oksigen.

Metanol Digunakan Untuk Apa?

Seperti yang sudah sempat disinggung di atas, senyawa metil alkohol mempunyai manfaat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Diantara manfaat tersebut sebagai berikut.

1. Sebagai Pemanas

Sebagai Pemanas

Pertama, metil alkohol bisa digunakan sebagai pemanas. Ya, senyawa ini banyak dimanfaatkan untuk kompor memasak, tungku pemanas dan boiler industri serta kiln. Nah, boiler industri ini sendiri fungsinya adalah untuk menghasilkan uap serta panas.

Sementara untuk kiln, fungsinya adalah untuk memproduksi beragam jenis makanan, tembakau kering serta keramik. Senyawa ini dinilai memiliki transisi bahan bakar yang lebih bersih sehingga juga dianggap bisa memberikan dampak positif pada udara dan kesehatan manusia.

2. Bahan Bakar

Bahan Bakar

Salah satu produk metanol ialah yang berkaitan dengan energi. Seperti yang sudah disampaikan di atas, senyawa ini bisa dijadikan sebagai alternatif bahan bakar baik bagi kapal laut maupun bagi kendaraan bermotor.

Lebih lanjut lagi, senyawa ini juga termasuk salah satu bahan biodiesel yang merupakan jenis energi terbarukan dan berasal dari hewan atau tumbuhan. Dibandingkan dengan bahan bakar konvensional, bahan bakar ini emisinya lebih rendah berkat kandungan methyl tertiary butyl ether di dalamnya.

3. Bahan Pangan

Bahan Pangan

Beberapa jenis makanan juga ada yang mengandung senyawa satu ini termasuk sayur dan buah-buahan. Senyawa ini bahkan dapat membantu sistem pencernaan manusia dalam proses metabolisme makanan.

Mengingat kegunaan tersebut, tidak heran jika senyawa ini juga diterapkan pada pabrik pengolahan limbah. Sebab, wood alcohol tidak hanya akan berfungsi sebagai pelarut, tetapi juga bisa menjadi sumber makanan yang berbasis karbon bagi para bakteri denitrifikasi.

Baca Juga: Rencana Pensiun Batu Bara Batal Akibat Krisis Energi Eropa?

4. Pelarut

Pelarut

Senyawa metil alkohol akan bermanfaat sebagai pelarut dalam proses pembuatan pewarna, perekat, resin dan juga tinta. Tidak hanya itu, senyawa ini juga akan berperan sebagai pelarut dalam produk farmasi, misalnya hormon, vitamin, streptomisin dan kolesterol. 

5. Anti Beku

Anti Beku

Fungsi metanol yang lainnya ialah sebagai anti beku. Jadi, senyawa ini memang mempunyai sifat kimia yang membuatnya mampu menurunkan titik beku cairan yang berbasis air. Selain menurunkan titik beku, senyawa ini juga meningkatkan titik didihnya.

Oleh karena sifatnya tersebut, senyawa ini bisa dimanfaatkan sebagai anti beku yang diterapkan pada sejumlah mesin ataupun alat lainnya. Misalnya, senyawa ini ditambahkan pada cairan pencuci kaca mobil supaya tidak beku.

Perbedaan Metanol dan Etanol

Perbedaan Metanol dan Etanol

Sejatinya, kedua senyawa ini sama-sama merupakan alkohol. Akan tetapi, etanol itu dibuat dari gula serta pati yang difermentasikan sementara kalau wood alcohol terbuat dari biomassa, batu bara dan gas alam. Selain itu, masih ada perbedaan lainnya yang lebih lengkapnya sebagai berikut:

1. Dari Segi Kegunaan dan Penggunaan

Kalau etanol biasa dimanfaatkan dalam industri minuman beralkohol. Selain itu, juga biasa dijadikan sebagai obat-obatan, parfum, bahan bakar kendaraan bermotor, bahan baku plastik dalam produksi etilena dan pelarut dalam kegiatan produksi farmasi.

Sementara kalau senyawa yang biasa disebut dengan metil alkohol ini lebih sering digunakan dalam produksi formaldehida. Senyawa ini juga bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif (bahan bakar metanol) dan dijadikan bahan tambahan dalam produk kosmetik dan pembersih.

Ada pula yang menambahkan metanol untuk parfum. Penggunaan senyawa ini lebih dijadikan sebagai pelarut dan ini masih diperbolehkan asalkan sesuai dengan aturan BPOM. Tetapi sebenarnya kalau di negara Eropa, senyawa ini sudah tidak boleh digunakan sebagai pelarut parfum karena toksisitasnya.

2. Sifat Kimia

Kalau dari segi sifat kimia, etanol itu tidak beracun dan cenderung aman dikonsumsi manusia tetapi dalam jumlah terbatas. Oleh karenanya, etanol ini biasa digunakan dalam minuman beralkohol dan juga dijadikan bahan baku dalam industri kimia.

Sementara kalau wood alcohol, sifat toksiknya lebih tinggi. Jika ada orang yang mengonsumsi senyawa ini dalam jumlah yang signifikan, akan menimbulkan dampak yang sangat fatal.

3. Sifat Fisik

Kalau dari segi fisik, etanol itu tidak berwarna dan berupa cairan bening serta mempunyai bau khas yang lebih mirip alkohol. Sementara kalau metil alkohol, sebenarnya juga berupa cairan bening yang tidak memiliki warna, hanya saja baunya lebih menyengat dibandingkan dengan etanol.

Bahaya Metanol

Bahaya Metanol

Senyawa metil alkohol ini merupakan senyawa yang beracun dan mudah terbakar. Dengan kedua sifat tersebut saja rasanya sudah menjadi alasan yang cukup untuk tidak mengkonsumsinya. Uap yang dihasilkan oleh metil alkohol jika bertemu dengan udara akan menghasilkan campuran eksplosif.

Apabila senyawa ini bereaksi dengan oksidator yang kuat, bisa terjadi ledakan dan kebakaran. Kalau untuk kesehatan, dampaknya tentu tergantung pada tingkat dan lama waktu paparan. Hanya saja, kejadian paling buruknya adalah kematian.

Selain itu, US National Library of Medicine sudah memberikan daftar bahaya senyawa ini bagi kesehatan yang diantaranya sebagai berikut:

  • Adanya kelainan pada kelahiran
  • Insomnia
  • Dermatitis atau infeksi kulit
  • Parkinson
  • Muntah
  • Kehilangan kesadaran
  • Pusing dan sakit kepala
  • Kerusakan pada otak
  • Kerusakan pada sistem saraf.

Kesimpulan

Pada intinya, metanol itu merupakan turunan dari alkohol yang sangat berbahaya jika dikonsumsi walaupun hanya sedikit. Meskipun begitu, senyawa ini sangat bermanfaat dalam berbagai bidang. Jika Sahabat memiliki senyawa ini, pastikan untuk menyimpannya di tempat yang aman.

Pasalnya, senyawa ini sangat berpotensi menimbulkan ledakan dan menyebabkan kebakaran karena sifatnya yang memang mudah terbakar. 

Baca Juga: Sistem Bahan Bakar Minyak pada PLTU

Leave a Comment

Close
Maximize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: