Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi – PLTP

Pembangkit Listrik Panas Bumi – Apakah sahabat tahu bagaimana uap panas dari perut bumi bisa menghasilkan energi listrik? jika belum mari kita simak ulasan singkat berikut ini

di Indonesia Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau disingkat PLTP merupakan pembangkit dengan potensi energi yang cukup besar,  yaitu 40% dari potensi panas bumi yang ada di dunia / sebesar 23,9 GW. hal ini dikarenakan Indonesia secara geografis dilalui wilayah tumbukan lempeng tektonik dan garis khatulistiwa / disebut pula ring of fire / cincin api.

Berdasar data dari direktorat panas bumi, potensi ini baru dimanfaatkan sebesar 8.9% atau sebesar 2.130,6 MW., tentuya masih banyak yang belum dimanfaatkan. Perihal ini pemerintah menargetkan peningkatan pemanfaatan panas bumi menjadi 7.241,5 MW atau 16,8% pada 2025.

Pengembangan Pembangkit Listrik Panas Bumi Tidak Signifikan

Seperti diketahui, energi panas bumi merupakan energi terbarukan yang telah mulai dikembangkan selama hampir 100 tahun. Pengeboran sumur panas bumi pertama di kamojang telah dilakukan oleh kolonial belanda sejak 1926 dan PLTP Pertama telah beroperasi sejak tahun 1983. Namun pengembangan energi panas bumi tidak terlalu signifikan, hal ini dikarenakan beberapa hal meliputi:

  • Biaya investasi dalam ekplorasi terbilang cukup tinggi, yaitu sebesar 60% dari total biaya keseluruhan dengan risiko gagal yang juga terbilang tinggi.
  • Biaya pembangunan dan balik modal investasi yang lama. Dari proses eksplorasi hingga pembangunan pembangkit, memakan waktu kurang lebih 7 tahun.
  • Pembebasan lahan dan penolakan dari warga.
  • Harga jual / KWh yang terbilang masih tinggi dibanding dengan energi lain.

Tetapi permasalahan tersebut sudah dijawab pemerintah salah satunya yaitu dengan penyederhanaan regulasi dalam rangka mempermudah investasi dan juga insentif fiskal. Untuk lebih detilnya dapat dibaca pada website esdm.go.id yang bisa dibaca disini

Keunggulan Pembangkit Listrik Panas Bumi

Ok, tetapi mengapa energi panas bumi ini menjadi energi terbarukan yang layak untuk dikembangkan, berikut beberapa keunggulan dari energi panas bumi sehingga layak menjadi salah satu energi alternatif saat ini:

  • Reservoar panas bumi / sumber energi utama pembangkit ini berasal dari sumber daya alam, dan air dari proses pembangkitan tersebut dikembalikan lagi ke reservoar.
  • Sumber energi yang dihasilkan tidak habis pakai (sepanjang masa)
  • Tentunya tidak menghasilkan polusi dan juga ramah lingkungan.
  • Tidak menghasilkan limbah atau produk samping
  • Tidak tergantung pada kondisi alam
  • Dapat digunakan secara langsung, semisal memanaskan ruangan, memasak, atau bisa juga dijadikan tempat wisata.
  • Panas bumi tidak memerlukan lahan / ruang yang luas. Hanya membutuhkan lahan sebesar 1,5H / MW untuk pembangkit termasuk sumur dan pipa2. Bandingkan dengan pembangkit batu bara yang membutuhkan lahan sebesar 40H/MW atau Solar PV sebesar 66H / MW.

Cara Kerja Pembangkit Listrik Panas Bumi

Pembangkit Listrik Panas Bumi, prinsip kerjanya hampir sama dengan Pusat Listrik Tenaga Uap / PLTU. hanya saja jika pada PLTU uap yang dibuat menggunakan boiler, pada PLTP uap tersebut didapat dari reservoar.

Uap yang disuplai dari sumur produksi / reservoar tsb masuk ke dalam steam receiving header yang berfungsi sebagai media pengumpul uap juga penstabil tekanan. Jadi ketika terjadi kelebihan tekanan maka uap akan dibuang melalui vent strukture.

Dari steam receiving header uap tersebut kemudian dialirkan ke separator. Separator ini berfungsi untuk memisahkan uap dari zat2 padat / benda asing seperti partikel berat (sodium, potasium, calcium, silika, boran, amonia, fluor dlsb)

Uap yang masuk ke separator akan berputar karena perbedaan berat jenis, maka partikel2 akan jatuh ke bawah ditampung pada (dush colektor) sedangkan uap bersih akan keluar melalui pipa bagian atas separator.

Uap kemudian dialirkan ke demister yang berfungsi sebagai pemisah moisture yang terkandung dalam uap, sehingga uap bersih saja yang akan masuk ke dalam turbin.

Setelah keluar dari demister sudah dipastikan uap yang dihasilkan merupakan uap bersih yang digunakan untuk memutar turbin yang seporos dengan generator sehingga pembangkit listrik panas bumi menghasilkan energi listrik.

uap sisa dari turbin tersebut, kemudian dikondensasikan di dalam kondensor. NCG (Non condensable gas)  / gas yang tidak dapat di kondensasi yang masuk ke dalam kondensor dihisap oleh first ejector kemudian masuk ke intercondensor sebagai media pendingin dan kemudian dibuang ke atmosfir melalui cooling tower / menara pendingin.

sesuai namanya menara pendingin berfungsi sebagai pendingin air, air yang di pompakan dari kondensor disalurkan ke bak yang terdapat di atas menara pendingin, bak kemudian memisahkan air menjadi butiran2 halus dan didinginkan dengan cara kontak langsung dengan udara pendingin. Setelah terjadi proses pendinginan, air akan turun karena gaya grafitasi dan menuju bak penampung air, yang terdapat di bagian bawah. Dari sini air disirkulasikan kembali ke dalam condensor sebagai media pendingin. Overflow dari bak penampung digunakan untuk kepentingan reinjection pump.

Beberapa PLTP di Indonesia

Beberapa Pembangkit Listrik Panas Bumi yang ada Indonesia di antaranya

  • PLTP Sarrula terletak di provinsi Sumatra Utara dengan total kapasitas 330 MW
  • PLTP Kamojang & PLTP Gunung Salak yang terletak di Garut Provinsi Jawa Barat dengan total kapasitas masing2 sebesar 350 MW & 377 MW
  • PLTP Wayang Windu yang terletak di Pangalengan Provinsi Jawa Barat dengan total kapasitas 371 MW
  • PLTP Geo Dipa yang terletak di Wonosobo Provinsi Jawa Tengah dengan kapasitas 60 MW.


Tulisan terkait :

Leave a Comment