Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi – PLTP

Pembangkit Listrik Panas Bumi – Apakah sahabat tahu bagaimana uap panas dari perut bumi bisa menghasilkan energi listrik? jika belum mari kita simak ulasan singkat berikut ini

di Indonesia Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau disingkat PLTP merupakan pembangkit dengan potensi energi yang cukup besar,  yaitu 40% dari potensi panas bumi yang ada di dunia / sebesar 23,9 GW. hal ini dikarenakan Indonesia secara geografis dilalui wilayah tumbukan lempeng tektonik dan garis khatulistiwa / disebut pula ring of fire / cincin api.

Berdasar data dari direktorat panas bumi, potensi ini baru dimanfaatkan sebesar 8.9% atau sebesar 2.130,6 MW., tentuya masih banyak yang belum dimanfaatkan. Perihal ini pemerintah menargetkan peningkatan pemanfaatan panas bumi menjadi 7.241,5 MW atau 16,8% pada 2025.

Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

PLTP merupakan teknologi pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi dari panas bumi. Panas bumi tersebut didapatkan dengan cara melakukan pengeboran sumur. Dari sumur inilah uap atau air panas dari bumi yang suhunya berkisar antara 300 – 700 Fahrenheit disalurkan.

Nantinya, uap tersebut akan melewati turbin dan menghasilkan listrik. Cara kerja pembangkit tenaga listrik tenaga panas bumi akan dibahas secara lengkap di bawah ini, jadi jangan sampai melewatkannya.

Energi panas bumi berada pada kedalaman lebih dari 80.000 meter di bawah permukaan tanah. Namun pengeboran sumur tidak perlu dilakukan sampai sedalam itu. Kebanyakan PLTP hanya melakukan pengeboran sumur hingga kedalaman 300 – 3.000 meter.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi ideal untuk kebutuhan industri, pertanian, hingga pemanas ruang. Namun pembangkit listrik dengan teknologi ini masih belum banyak digunakan di Indonesia.

Pengembangan Pembangkit Listrik Panas Bumi Tidak Signifikan

Pengembangan Pembangkit Listrik Panas Bumi Tidak Signifikan

Seperti diketahui, energi panas bumi merupakan energi terbarukan yang telah mulai dikembangkan selama hampir 100 tahun. Pengeboran sumur panas bumi pertama di kamojang telah dilakukan oleh kolonial belanda sejak 1926 dan PLTP Pertama telah beroperasi sejak tahun 1983. Namun pengembangan energi panas bumi tidak terlalu signifikan, hal ini dikarenakan beberapa hal meliputi:

  • Biaya investasi dalam ekplorasi terbilang cukup tinggi, yaitu sebesar 60% dari total biaya keseluruhan dengan risiko gagal yang juga terbilang tinggi.
  • Biaya pembangunan dan balik modal investasi yang lama. Dari proses eksplorasi hingga pembangunan pembangkit, memakan waktu kurang lebih 7 tahun.
  • Pembebasan lahan dan penolakan dari warga.
  • Harga jual / KWh yang terbilang masih tinggi dibanding dengan energi lain.

Tetapi permasalahan tersebut sudah dijawab pemerintah salah satunya yaitu dengan penyederhanaan regulasi dalam rangka mempermudah investasi dan juga insentif fiskal. Untuk lebih detilnya dapat dibaca pada website esdm.go.id yang bisa dibaca disini

Keunggulan Pembangkit Listrik Panas Bumi

Keunggulan Pembangkit Listrik Panas Bumi

Ok, tetapi mengapa energi panas bumi ini menjadi energi terbarukan yang layak untuk dikembangkan, berikut beberapa keunggulan dari energi panas bumi sehingga layak menjadi salah satu energi alternatif saat ini:

  • Reservoar panas bumi / sumber energi utama pembangkit ini berasal dari sumber daya alam, dan air dari proses pembangkitan tersebut dikembalikan lagi ke reservoar.
  • Sumber energi yang dihasilkan tidak habis pakai (sepanjang masa)
  • Tentunya tidak menghasilkan polusi dan juga ramah lingkungan.
  • Tidak menghasilkan limbah atau produk samping
  • Tidak tergantung pada kondisi alam
  • Dapat digunakan secara langsung, semisal memanaskan ruangan, memasak, atau bisa juga dijadikan tempat wisata.
  • Panas bumi tidak memerlukan lahan / ruang yang luas. Hanya membutuhkan lahan sebesar 1,5H / MW untuk pembangkit termasuk sumur dan pipa2. Bandingkan dengan pembangkit batu bara yang membutuhkan lahan sebesar 40H/MW atau Solar PV sebesar 66H / MW.

Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Meski memiliki beberapa keunggulan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, teknologi PLTP juga punya beberapa kelemahan di bawah ini.

  • Biaya yang digunakan untuk investasi dan pembangunan awal terbilang sangat tinggi
  • Tidak semua tempat cocok untuk melakukan pengeboran sumur
  • Sangat tidak cocok untuk diterapkan di kota besar maupun pemukiman karena dikhawatirkan terjadi bentrok dengan saluran lain seperti pipa listrik, gas, saluran pembuangan, dll
  • Rentan terjadi kebocoran sehingga menyebabkan hidrogen sulfida terlepas. Ini bisa menyebabkan keracunan hingga kematian
  • Ada potensi terjadi kerusakan tanah yang akan merugikan semua pihak
  • Berpotensi menyebabkan terjadinya gempa bumi meski dalam skala kecil, tapi kemungkinan terjadi kerusakan tetap ada.

Karena beberapa kelemahan inilah, PLTP masih terus dipertimbangkan untuk bisa dibangun. Tidak heran jika jumlahnya masih sangat sedikit di Indonesia.

Cara Kerja Pembangkit Listrik Panas Bumi

Cara Kerja Pembangkit Listrik Panas Bumi

Pembangkit Listrik Panas Bumi, prinsip kerjanya hampir sama dengan Pusat Listrik Tenaga Uap / PLTU. hanya saja jika pada PLTU uap yang dibuat menggunakan boiler, pada PLTP uap tersebut didapat dari reservoar.

Uap yang disuplai dari sumur produksi / reservoar tsb masuk ke dalam steam receiving header yang berfungsi sebagai media pengumpul uap juga penstabil tekanan. Jadi ketika terjadi kelebihan tekanan maka uap akan dibuang melalui vent strukture.

Dari steam receiving header uap tersebut kemudian dialirkan ke separator. Separator ini berfungsi untuk memisahkan uap dari zat2 padat / benda asing seperti partikel berat (sodium, potasium, calcium, silika, boran, amonia, fluor dlsb)

Uap yang masuk ke separator akan berputar karena perbedaan berat jenis, maka partikel2 akan jatuh ke bawah ditampung pada (dush colektor) sedangkan uap bersih akan keluar melalui pipa bagian atas separator.

Uap kemudian dialirkan ke demister yang berfungsi sebagai pemisah moisture yang terkandung dalam uap, sehingga uap bersih saja yang akan masuk ke dalam turbin.

[irp posts=”620″ name=”Peralatan utama PLTP”]

Setelah keluar dari demister sudah dipastikan uap yang dihasilkan merupakan uap bersih yang digunakan untuk memutar turbin yang seporos dengan generator sehingga pembangkit listrik panas bumi menghasilkan energi listrik.

uap sisa dari turbin tersebut, kemudian dikondensasikan di dalam kondensor. NCG (Non condensable gas)  / gas yang tidak dapat di kondensasi yang masuk ke dalam kondensor dihisap oleh first ejector kemudian masuk ke intercondensor sebagai media pendingin dan kemudian dibuang ke atmosfir melalui cooling tower / menara pendingin.

sesuai namanya menara pendingin berfungsi sebagai pendingin air, air yang di pompakan dari kondensor disalurkan ke bak yang terdapat di atas menara pendingin, bak kemudian memisahkan air menjadi butiran2 halus dan didinginkan dengan cara kontak langsung dengan udara pendingin. Setelah terjadi proses pendinginan, air akan turun karena gaya grafitasi dan menuju bak penampung air, yang terdapat di bagian bawah. Dari sini air disirkulasikan kembali ke dalam condensor sebagai media pendingin. Overflow dari bak penampung digunakan untuk kepentingan reinjection pump.

[irp posts=”535″ name=”Prinsip kerja PLTP”]

Beberapa PLTP di Indonesia

Beberapa PLTP di Indonesia

Beberapa Pembangkit Listrik Panas Bumi yang ada Indonesia di antaranya

  • PLTP Sarrula terletak di provinsi Sumatra Utara dengan total kapasitas 330 MW
  • PLTP Kamojang & PLTP Gunung Salak yang terletak di Garut Provinsi Jawa Barat dengan total kapasitas masing2 sebesar 350 MW & 377 MW
  • PLTP Wayang Windu yang terletak di Pangalengan Provinsi Jawa Barat dengan total kapasitas 371 MW
  • PLTP Geo Dipa yang terletak di Wonosobo Provinsi Jawa Tengah dengan kapasitas 60 MW.

Leave a Comment

Close
Maximize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: