Tips Menghindari Kebakaran Akibat Korsleting Listrik – Fenomena Lompatan Listrik

korsleting listrik – Tentunya sahabat pernah melihat, fenomena lompatan listrik ketika petugas PLN melakukan penyambungan kabel baru, pada saat kegiatan pemeliharaan atau ketika dilakukan manuver pada sistem disribusi. Fenomena ini sering juga kita jumpai pada kehidupan sehari hari semisal timbulnya percikan listrik ketika kita menekan saklar atau menyambungkan kabel power pada stop kontak, bagaimana lompatan listrik ini bisa terjadi? yuk simak ulasan singkat berikut ini

Secara teori fenomena lompatan / percikan listrik / (korsleting listrik) yang kita lihat disebabkan karena adanya lompatan elektron. Lompatan elektron ini timbul dikarenakan adanya gaya elektrostatis yang diperoleh dari perbedaan potensial yang besar antara medan negatif dan medan positif.

karena kekuatan dielektrik media isolasi yang tidak dapat menahan besarnya beda potensial medan negatif dan medan positif maka timbul proses ionisasi atau lompatan elektron.. Lompatan elektron ini dapat terjadi pada media isolasi udara, padat, cair ataupun gas.

Jika sahabat belum mengenal istilah – istilah dasar pada kelistrikan, sebelumnya saya sudah pernah membuat artikel dengan judul asal mula energi listrik, pada artikel tersebut dijelaskan apa itu elektron, bagaimana susunan atom dan istilah – istilah dasar yang digunakan pada bidang kelistrikan, link nya ada disini, saya lampirkan juga pada diskripsi dibawah.

Lanjut, adanya Lompatan elektron / (korsleting listrik) pada peralatan ketenagalistrikan jika tidak kita tanggulangi dengan baik tentunya akan berdampak buruk dan bersiko bagi manusia dan lingkungan sekitar. seperti tersengat listrik, kerusakan pada peralatan – peralatan listrik bahkan menyebabkan kebakaran.

Istilah Fenomena Lompatan Listrik (korsleting listrik)

  • Flash-over / (lompatan listrik) & spark over / (Percikan)

Fenomena lompatan / percikan listrik (korsleting listrik) biasanya terjadi antara dua buah penghantar bertegangan yang disebabkan karena melemahnya kekuatan dielektrik media isolasi. Sebagai contoh ketika fase positif dan negatif bertemu seperti pada saat terjadinya konsleting listrik / short circuit atau pada saat stator generator bekerja dengan kondisi insulation yang kurang baik, atau saat dilakukan proses manuver pada sistem distribusi.

  • Discharge / (pelepasan muatan)

Fenomena (korsleting listrik) ini biasanya terjadi ketika tegangan yang diterapkan pada bahan isolasi mencapai tingkat tertentu, sehingga terjadi kegagalan listrik / breakdown. fenomena ini menyebabkan hilangnya tegangan dan mengalirnya arus dalam bahan isolasi.

  • Corona / (pelepasan muatan bercahaya)

Korona menyangkut pelepasan yang bercahaya dan dapat terdengar pada penghantar tegangan tinggi di bawah tegangan gagal. Fenomena adanya korona menimbulkan rugi daya pada saluran transmisi tegangan tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan pada bahan isolasi. adanya korona biasanya ditandai dengan timbulnya cahaya violet dikarenakan proses ionisasi udara di sekitar permukaan konduktor dan adanya bau ozon.

Untuk menanggulangi adanya fenomena lompatan listrik (korsleting listrik), berikut hal – hal yang perlu kita perhatikan

  • Gunakan kabel listrik yang sesuai dengan ukuran, peruntukkan dan kapasitas daya hantarnya.
  • Lakukan perawatan berkala terhadap instalasi listrik, seperti memeriksa kondisi kabel, panel listrik & sambungan kabel.
  • Hindari penumpukan sambungan listrik di satu tempat karena dapat mengakumulasi timbulnya panas
  • Pahami Alat Pelindung Diri / (APD) apa yang akan digunakan dan Standar Operasi & Prosedur / (SOP) kerjanya Sebelum melalukan perbaikan pada peralatan listrik.
  • Jika kita tidak memiliki kompetensi bidang kelistrikan, serahkan pada orang yang ahli dalam bidangnya, seperti jasa instalasi lisrik yang bersertifikasi dan terdaftar pada asosiasi / lembaga resmi bidang kelistrikan.


Tulisan terkait :

Leave a Comment