Mengenal Pusat Pembangkit Tenaga Listrik di Indonesia

Pembangkit Tenaga Listrik – Pusat tenaga listrik atau biasa disebut juga pembangkit tenaga listrik merupakan produsen energi, dimana tempat listrik dihasilkan. Pusat tenaga listrik di Indonesia dewasa ini terus mengalami perkembangan, perkembangan dari sisi kapasitas dan teknologi. Perkembangan pembangkit tenaga listrik tidak lepas dari pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Di Indonesia pembangkit tenaga listrik berdasarkan sumber energinya dibagi menjadi dua, Pembangkit Tenaga Listrik menggunakan energi fosil dan Pembangkit Tenaga Listrik menggunakan energi baru dan terbarukan.

Pembangkit Listrik Energi Fosil

Pembangkit tenaga listrik menggunakan energi fosil pada umumnya melibatkan proses panas (thermal) dalam pembangkitan tenaga listriknya. sumber energi yang didapat berasal dari bumi, energi tersebut dapat habis pakai dan tidak dapat dimanfaatkan kembali. Bahan dasar dari pembangkit ini meliputi minyak, gas, batu bara & nuklir. Pusat listrik tipe ini dibagi menjadi beberapa jenis yang meliputi:

1. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

PLTU adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap kering untuk memutar turbin yang seporos dengan generator guna menghasilkan energi listrik, uap tersebut dihasilkan dari proses pemanasan air pada boiler. Pada umumnya PLTU menggunankan bahan bakar batubara atau minyak.

Di Indonesia PLTU menjadi salah satu pembangkit listrik yang banyak dikembangkan. alasannya karena biaya pembangkitannya murah, teknologi pembangkit tipe ini terus ditingkatkan sehingga lebih efisien, energi primernya / bahan bakar batu bara mudah didapat serta tersedia untuk jangka panjang.

Beberapa PLTU terbesar di Indonesia diantaranya seperti PLTU Paiton yang ada di provinsi Jawa Timur dengan total kapasitas 2500 MW, ada PLTU Suralaya di provinsi banten dengan total kapasitas 3400 MW, kemudian ada juga PLTU Cirebon dengan total kapasitas 1000 MW , PLTU Batang dengan total kapasitas 2000 MW & PLTU Adipala yang ada di cilacap dengan total kapasitas 660 MW.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap
PLTU Paiton, sumber www.ptpjb.com

2. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

PLTG adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari Gas untuk memutar turbin yang seporos dengan generator guna menghasilkan energi listrik, Gas bertekanan tinggi tersebut dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar yang berupa bahan bakar minyak ataupun gas alam.

PLTG pada sistem interkoneksi digunakan karena proses start up nya terbilang cepat, serta fleksibilitasnya yang tinggi, dalam arti mudah untuk menaikkan dan menurunkan beban sesuai kebutuhan sistem.

Akan tetapi PLTG memiliki kekurangan yaitu biaya bahan bakar gas yang relatif mahal. Maka dari itu biasanya PLTG manjadi opsi terakhir untuk dioperasikan pada sistem interkoneksi. Beberapa PLTG yang ada di Indonesia diantaranya PLTG di unit pembangkit Muara Tawar, PLTG di Unit pembangkit Perak grati dan PLTG di unit pembangkit gresik.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)

PLTGU disebut juga Combined Cycle Power Plant adalah gabungan antara PLTG dan PLTU, dimana sisa panas gas buang dari PLTG digunakan untuk menghasilkan uap yang digunakan sebagai fluida kerja di PLTU. Bagian yang digunakan untuk menghasilkan uap disebut juga Heat Recovery Steam Generator (HRSG).

PTGU merupakan jawaban dari tidak efisiennya PLTG, karena ketika mengoperasiakan secara combine cycle / dengan memanfaatkan sisa gas buang panas dari hasil pembakaran gas tersebut, dapat meningkatkan efisiensi hingga 55%,

itu mengapa PLTGU saat ini masih terus dikembangkan, disamping juga dikarenakan proses start up yang cepat serta fleksibilitas yang tinggi mengikuti beban sistem / load follower.

Pembangkit ini menjadi salah satu andalan saat beban sistem tinggi atau ketika terjadi gangguan yang menyebabkan sebagian sistem padam.

Beberapa pembangkit PLTGU yang ada di Indonesia meliputi PLTGU Priok yang terletak di Jakarta dengan total kapasitas 2500 MW, PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang yang juga terletak di Jakarta dengan kapasitas terpasang masing2 920 MW dan 1200 MW, PLTGU Perak Grati yang terletak di Pasuruan Provinsi Jawa Timur dengan kapasitas 764 MW serta PLTGU Cilegon di Serang dengan kapasitas 740 MW.

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap
PLTGU Priok

4. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

PLTD adalah pembangkit listrik yang mengandalkan energi dari mesin diesel yang berasal dari ledakan pada ruang bakar sebagai penggerak piston yang seporos dengan engkol yang kemudian dirubah menjadi energi putar. Bahan pakar pada pembangkit ini pada umumnya menggunakan minyak atau bisa juga menggunakan bahan bakar gas.

PLTD merupakan pembangkit dengan start up yang cepat, tidak membutuhkan area yang luas, compact & proses sinkron yang cepat.

Pembangkit tipe ini biasanya menjadi alternatif pembangkit di wilayah kepulauan di Indonesia dengan jumlah penduduk yang sedikit, sulit dijangkau serta belum menggunakan sistem interkoneksi.

Atau bisa juga menjadi alternatif operasi guna memulihkan kondisi sistem pada saat terjadinya black out & suport jaringan kelistrikan pada area2 emergensi.

Pembangkit tipe ini banyak tersebar di wilayah kepulauan di Indonesia seperti  PLTD Seberang Barito yang terletak di kota Barito Kuala provinsi Kalimantan Selatan dengan total kapasitas 30 MW, PLTD Benua lima yang terletak di hulu sungai tengah provinsi Kalimantan selatan dengan total kapasitas 8,7 MW, PLTD Karimunjawa, serta PLTD Senayan yang terletak di Jakarta dengan total kapasitas 101 MW.

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
PLTD Senayan

Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

Pembangkit istrik menggunakan energi baru dan terbarukan / disebut juga (new and renewable energy) pada dasarnya sumber energi didapat dari energi baru dan tidak akan habis pakai pemanfaatannya. Sumber energinya dibagi menjadi dua, yaitu sumber energi yang dapat didaur ulang seperti air, biomassa / biogas, dan Sumber energi yang tidak akan habis pakai energi panas bumi, energi gelombang laut, energi pasang surut, dan energi matahari.

1. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

PLTP atau disebut juga Geothermal Power Plant pada prinsipnya sama dengan PLTU hanya saja sumber energinya didapat dari panas bumi.

Energi dari panas bumi dianggap sebagai energi terbarukan karena ekstraksi panasnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan muatan panas bumi. Indonesia menjadi negara dengan potensi panas bumi yang melimpah setelah Amerika dan Filipina karena memiliki banyak gunung berapi.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi
PLTP Kamojang

2. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

PLTA adalah pembangkit listrik yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk memutar turbin yang seporos dengan generator untuk menghasilkan energi listrik.

Berdasarkan output yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga air dibedakan menjadi beberapa jenis yang meliputi:

  • Large-hydro : lebih dari 100 MW
  • Medium-hydro : antara 15-100 MW
  • Small-hydro : antara 1-15 MW
  • Mini-hydro : antara 100 KW-1 MW
  • Micro-hydro : antara 5 -100 KW
  • Pico-hydro : < 5KW

Kapasitas PLTA di Indonesia cukup besar, yaitu sebesar 66% dari total 7 GW energi baru dan terbarukan yang saat ini terpasang. Dengan potensi yang masih bisa dikembangkan lagi hingga 75 GW.

Beberapa PLTA terbesar di Indonesia diantaranya PLTA Cirata dikota Purwakarta provinsi jawa barat dengan total kapasitas 1008 MW, PLTA Saguling di provinsi jawa barat dengan total kapasitas 700 MW, PLTA Sulewana di kota Poso Provinsi Sulawesi Tengah dengan total kapasitas 755 MW & PLTA Sigura-gura di kota Toba Samosir Provinsi Sumatra Utara dengan total kapasitas 603 MW.

Pembangkit Listrik Tenaga Air
PLTA

3. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa / Biogas disingkat PLTBm

PLTBm menggunakan bahan organik sebagai energi primernya guna menghasilkan energi listrik. bahan organik tersebut dihasilkan melalui pross fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Pada umumnya merupakan limbah setelah diambil produk primernya. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Sumber energi biomassa mempunyai kelebihan yaitu merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui sehingga dapat menyediakan sumber energi secara berkesinambungan.

Pembangkit listrik tenaga biomassa memiliki dua cara menjadikan biomassa sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi listrik. Cara yang pertama adalah dengan membakar langsung biomassa padat sehingga boiler menghasilkan uap.

Cara yang kedua adalah dengan melakukan fermentasi atau bisa juga disebut anaerobic disgestion yang nantinya akan menghasilkan biogas dengan kandungan metana dan karbon dioksida serta gas-gas lainnya yang dapat dijadikan bahan bakar.

PLTBm masih cukup jarang di Indonesia, beberapa yang ada meliputi PLTBm Siantan di kabupaten mempawah provinsi Kalimantan barat dengan kapasitas 15 MW, dan PLTBm di kepulauan mentawai dengan total kapasitas 2 MW.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

PLTS merupakan pembangkit tenaga listrik yang mengkonversi energi cahaya menjadi energi listrik. Secara umum ada dua cara pembangkit listrik tenaga surya untuk dapat menghasilkan energi listrik:

Pembangkit Listrik Surya Termal (Solar Thermal Power Plant). Pada pusat listrik tipe ini energi dari cahaya matahari akan digunakan untuk memanaskan suatu fluida yang kemudian fluida tersebut akan memanaskan air. Air yang panas akan menghasilkan uap yang digunakan untuk memutar turbin sehingga dapat menghasilkan energi listrik.

Pembangkit Surya Fotovoltaik (Solar Photovoltaic Plant). Pusat listrik jenis ini memanfaatkan sel surya (solar cell) untuk mengkonversi radiasi cahaya menjadi energi listrik secara langsung.

PLTS menjadi pembangkit yang saat ini terus dikembangkan karena portabilitasnya dan kapasitas yang dapat disesuikan dengan kebutuhan penggunaan secara mendiri oleh konsumen rumah tangga. Harga per cell kwp yang semakin terjangkau, efisiensi yang terus ditingkatkan, masa pakai hingga 25 tahun dan pemeliharaanya yang mudah tidak ayal PLTS bisa menjadi pembangkit alternatif yang banyak digunakan di masa depan.

Saat ini penggunakan PLTS di Indonesia juga terus meningkat baik digunakan secara mandiri oleh konsumen rumah tangga atau untuk tujuan komersil tentunya dengan kapasitas yang besar.

PLTS terbesar yang ada di Indonesia diantaranya PLTS likupang di kabupaten minahasa utara provinsi sulawesi utara dengan kapasitas terpasang 21 MWp, PLTS Selong & PLTS Pringabayya yang terletak di lombok dengan kapasitas 7 MWp.

PLTS
PLTS

5. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / Angin (PLTB)

PLTB yaitu pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan energi angin untuk memutar turbin.

Untuk membangun sebuah PLTB ada kriteria yang harus dipenuhi yaitu kecepatan angin yang diharapkan konstan pada kecepatan minimum 3.5 m/d hingga maksimum 20.7 m/d.

di Indonesia Pembangkit PLTB terbesar diantaranya PLTB Sidrap di kota sidenreng rappang provinsi sulawasi selatan dengan kapasitas total 75 MW, PLTB Tolo di kota Jeneponto provinsi sulawesi selatan dengan total kapasitas 75 MW & PLTB Nusa penida di kota klungkung Provinsi Bali dengan total kapasitas 720 kW.

PLTB
PLTB

Mungkin ini yang dapat saya share ke sahabat sekalian, beberapa pusat listrik terbarukan lainnya akan saya share di lain kesempatan. terimakasih

Referensi

  1. www.wikipedia.com
  2. www.bonkadhafadli.blogspot.com
  3. www.jendeladenngabei.blogspot.com
  4. www.alpensteel.com
  5. Pembangkitlistrik.com

Tulisan terkait :

Leave a Comment