Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMh) adalah suatu sistem pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas kecil yang umumnya sesuai untuk penggunaan secara individual atau sekelompok pengguna yang tinggal terpisah dari jarak listrik komersial (CECT, 2004). Umumnya yang tergolong kelas PLTMh adalah pembangkit dengan daya dibawah 100 kW (Masters, 2004).

Komponen penyusun sebuah mikrohidro secara garis besar terdiri dari komponen bangunan pendukung (sipil), komponen mekanis, dan komponen elektris. Komponen bangunan sipil berwujud dam dan pipa pesat bertugas mengalirkan fluida kerja dari sumber menuju ke turbin air. Komponen mekanis berwujud turbin bertugas mengubah energi kinetik air menjadi energi gerak mekanis. Sedangkan komponen elektris yang berwujud generator berfungsi mengubah energi gerak mekanis menjadi energi listrik (CECT, 2004).

Struktur umum sebuah PLTMh dapat dilihat pada Gambar dengan penjelasan sebagai berikut:

a.    Sumber air (Intake).

b.    Perpipaan yang menghubungkan sumber air bak penampung.

c.    Bak penampung yang berfungsi sebagai buffer.

d.   Pipa pesat yang berfungsi menyalurkan air ke turbin pembangkit listrik.

e.    Ruang pembangkit tempat diletakkannya generator listrik dan turbin.

f.     Saluran pelimpah untuk pembuangan air.

g.    Jaringan listrik.

Pembangkit Listrik Tenaga MikrohidroGb 1 Komponen-komponen utama PLTMh (CETC, 2004)

Pengaturan Beban pada PLTMh

PLTMh tidak memanfaatkan governor untuk mengendalikan keluaran dayanya. Hal ini disebabkan oleh alasan ekonomis dimana harga governor yang sangat mahal bahkan lebih mahal dari harga turbin untuk keperluan mikrohidro (Hearn dkk, 1992). Untuk menjaga agar tegangan dan frekuensi keluaran PLTMh tetap baik dan tidak membahayakan generator dan beban/peralatan yang terhubung kepadanya, diperlukan sebuah sistem dummy load CETC (2004), Hearn dkk. (1992). Dengan kata lain, peran pengatur beban dalam PLTMh sangat penting mengingat peranti inilah yang bertugas menjamin operasi pembangkit listrik dan beban yang terhubung kepadanya berada dalam kondisi aman. Dengan dummy load ini, generator seolah-olah melihat beban yang terhubung kepadanya berada pada tingkatan konstan meskipun sesungguhnya berubah-ubah. Interkoneksi antara PLTMh, beban, dan peranti pengatur beban (dummy load) dapat dilihat pada Gambar di bawah ini

Gb 2 Dasar sistem kontrol pembebanan PLTMh

Para peneliti Indonesia telah berhasil mengembangkan secara mandiri teknologi dummy load tersebut. Umumnya memanfaatkan peranti kendali digital dalam bentuk mikrokontroler atau programmable logic controller (PLC) Hasan (2007), Wibowo (2009). Metode yang dikembangkan umumnya menggunakan relay atau kontaktor sebagai switch dan pemanas sebagai dummy load. Metode lainnya yaitu pengembangkan peranti kendali dummy load konvensional yang dapat mengendalikan sebuah PLTMh secara mandiri dengan intervensi operator seminimal mungkin. Implementasi kendali digital berbasis mikrokontroler lebih diutamakan mengingat biayanya yang lebih murah bila dibandingkan dengan peranti kendali berbasis PLC. Lebih jauh, pengembangan sistem berbasis mikrokontroler telah dapat dikuasai secara baik oleh Bangsa Indonesia sehingga memungkinkan pengembangan sistem PLTMh dengan konten nasional yang cukup tinggi.


Tulisan terkait :

Leave a Comment