Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Fenomena alam yang seringkali menjadi permasalahan lingkungan dan sering disebut di pertelevisian salah satunya adalah efek rumah kaca. Fenomena alam ini menimbulkan kerugian bagi banyak masyarakat dan menjadi isu global yang perlu diatasi bersama.

Kejadian fenomena ini disebabkan karena terlepasnya gas tertentu yang ada di atmosfer sehingga panas dari matahari tidak bisa lepas dari permukaan bumi. Hal ini yang menyebabkan suhu global menjadi tidak stabil atau terjadi peningkatan suhu.

Tentu akibat yang ditimbulkan dari efek rumah kaca itu bisa berakibat buruk bagi makhluk hidup. Untuk lebih memahami tentang fenomena ini, berikut akan dibahas tentang pengertiannya sampai dampak dan penyebabnya. Mari kita simak bersama.

Apa itu Efek Rumah Kaca

Apa itu Efek Rumah Kaca

Pengertian efek rumah kaca perlu diketahui terlebih dahulu sebelum menjelaskan tentang dampak dan penyebabnya. Pengertian tersebut sudah dicetuskan oleh beberapa ahli, diantaranya adalah sebagai berikut:

Menurut Asosiasi Energi New Mexico, AS menyebutkan efek rumah kaca adalah kejadian ketika terjadi panas di bumi dan terperangkap di permukaan bumi karena terhalang oleh gas emisi yang ada di atmosfer.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS menyebut efek tersebut adalah proses meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi karena terjadinya penipisan pada lapisan atmosfer sehingga berlubang. Hal itu yang membuat cuaca di bumi menjadi semakin panas.

Menurut Dewan Pertahanan SDA: termasuk dalam krisis lingkungan. Ditandai dengan suhu permukaan bumi yang meningkat karena terperangkap oleh gas CO2 sehingga dapat menimbulkan bencana.

Dampak Efek Rumah Kaca

Setelah diketahui tentang pengertiannya secara lengkap, penting pula mengetahui apa saja dampak yang ditimbulkan dari fenomena alam ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Suhu Rata-Rata Dunia

Meningkatkan Suhu Rata-Rata Dunia

Dampak pertama yang ditimbulkan dari adanya efek rumah kaca yaitu suhu global menjadi lebih meningkat. Peningkatan tersebut terjadi secara bertahap. Hal ini yang membuat manusia tidak menyadarinya.

Namun, setelah terjadi perubahan yang signifikan ini akan menyebabkan pla cuaca ekstrim yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia. Contoh kasus yang saat ini terjadi yaitu pencairan es di kutub dan gletser yang semakin meningkat.

Jika es di kutub mencair, tentu berdampak buruk karena permukaan air laut akan semakin tinggi sehingga kawasan pesisir bisa tenggelam dan terjadi ancaman seperti banjir rob.

2. Kenaikan Permukaan Laut

Kenaikan Permukaan Laut

Sudah disebutkan sebelumnya ketika suhu global meningkat maka akan terjadi pencairan es di kutub yang mengakibatkan permukaan laut semakin tinggi. Hal ini akan berdampak buruk bagi pedesaan yang ada di wilayah pesisir karena diprediksi akan tenggelam atau mengalami banjir.

Apalagi jika meningkatnya masalah membuang sampah sembarangan di laut sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya masalah banjir yang lebih parah.

3. Ketidakseimbangan Ekosistem

Ketidakseimbangan Ekosistem

Dampak dari masalah fenomena tersebut yaitu membuat ekosistem terganggu. Contoh gangguan ekosistem yang ditimbulkan adalah perubahan musim, migrasi hewan untuk mendapatkan tempat tinggal terbaik karena sebelumnya telah dirusak.

Pemusnahan habitat ini dapat terjadi karena masalah fenomena alam yang terjadi sehingga hewan tersebut tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

4. Masalah di Bidang Pertanian

Masalah di Bidang Pertanian

Masalah lain yang terjadi yaitu di bidang pertanian. Perubahan cuaca dan suhu yang meningkat dapat mempengaruhi hasil pertanian karena tumbuhan tertentu yang tidak tahan panas akan mati.

Selain itu, banjir ekstrim juga membuat tumbuhan pertanian menjadi mati sehingga produktivitas lahan menjadi ikut berkurang.

5. Kehilangan Keanekaragaman Hayati

Kehilangan Keanekaragaman Hayati

Dampak terakhir yaitu keanekaragaman hayati menjadi lebih sedikit karena kepunahan spesies tertentu. Adaptasi perubahan iklim ini membuat hewan atau jenis tumbuhan tertentu tidak dapat bertahan dengan kondisi lingkungan yang berubah sehingga bisa menyebabkan kematian dalam jumlah besar.

Penyebab Efek Rumah Kaca

Setelah Sahabat memahami pengertian dan dampak dari efek rumah kaca, maka perlu tahu cara untuk menguranginya.

Cara mengurangi efek rumah kaca yaitu dengan menekan penyebab yang terjadi. Hal ini sebagai bentuk preventif agar tidak merusak kestabilan lingkungan. Beberapa penyebab yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

1. Pembakaran Bahan Bakar Fosil

Pembakaran Bahan Bakar Fosil

Penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan dalam meningkatkan emisi gas rumah kaca. Contohnya seperti penggunaan gas alam, minyak bumi, batu bara, dsb. Bahan bakar fosil tersebut biasanya dipakai untuk keperluan transportasi dan menghasilkan energi.

Dari pentingnya peranan tersebut membuat pembakaran bahan bakar fosil menjadi lebih banyak dan dibutuhkan. Meskipun memiliki peranan besar, ada dampak negatif yang ditimbulkan dari bahan bakar fosil ini yaitu menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Contohnya adalah karbon dioksida atau CO2 yang menyumbang besar dalam meningkatkan perubahan iklim global.

Baca Juga: Apa itu Probabilitas dalam Statistika? Ini Cara Menghitungnya

2. Pertanian dan Peternakan

Pertanian dan Peternakan

Penyebab berikutnya yaitu dari kegiatan produksi pertanian dan peternakan. Kedua produksi ini bisa meningkatkan emisi gas yang besar. Contohnya adalah metana yang merupakan gas berasal dari kegiatan peternakan dan limbah organik.

Hal ini juga ikut menyumbang dalam meningkatnya emisi rumah kaca yang ada di atmosfer. Selain dari bahan tersebut, ada pula kandungan seperti nitrogen oksida dari penggunaan pupuk. Kegiatan pertanian ini juga turut menyumbang meningkatnya gejala rumah kaca.

3. Penggundulan Hutan

Penggundulan Hutan

Seperti yang Sahabat sadari, kini sudah banyak penggundulan hutan dengan cara ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Penggundulan hutan ini disebut juga dengan deforestasi yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Apabila penebangan dilakukan tanpa regulasi dan aturan yang berlaku, maka ini berdampak pada pengurangan dalam menyerap CO2 penyumbang gas rumah kaca.

Saat pohon ditebang, maka karbon yang ada dalam pohon tersebut akan dilepaskan ke atmosfer sehingga dapat menyumbang gas karbon dioksida menjadi lebih banyak lagi. Oleh sebab itu, perlu adanya regulasi yang ketat agar penggundulan hutan tidak semakin merajalela.

Belum lagi masalah kebakaran hutan yang terjadi sehingga ikut menyumbang emisi rumah kaca menjadi lebih besar lagi.

4. Penggunaan CFC dan Proses Industri

Penggunaan CFC dan Proses Industri

Penyebab lainnya yaitu penggunaan CFC atau gas klorofluorokarbon dan freon. Gas ini berasal dari penggunaan kulkas dan AC. Dulu, masyarakat masih banyak yang menggunakan teknologi yang menghasilkan CFC ini.

Padahal, emisi gas tersebut sangat berpengaruh besar terhadap efek rumah kaca. Namun, setelah diteliti dampak buruknya, saat ini sudah banyak AC dan kulkas ramah lingkungan sehingga tidak menghasilkan gas ini.

5. Pengelolaan Limbah

Pengelolaan Limbah

Pada dasarnya, pengelolaan limbah sangat baik untuk lingkungan agar kesehatan lingkungan menjadi lebih baik dan asri. Namun, jika pengelolaan tersebut dilakukan tidak sesuai standar maka dapat mengakibatkan efek buruk bagi lingkungan.

Contohnya pembuangan limbah padat dan cair yang tidak dikelola dengan baik bisa menghasilkan gas rumah kaca. Misalnya seperti metana dari pembuangan sampah. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan pengelolaan yang sesuai dengan standar.

Kesimpulan

Efek rumah kaca merupakan kejadian yang menjadi isu global saat ini. Efeknya dapat memperburuk lingkungan dan membuat panas bumi menjadi meningkat. Aktivitas manusia berpengaruh terhadap penyebaran gas rumah kaca yang lebih kuat.

Baca Juga: Solar Panel Transparan, Bisa Hasilkan Listrik dari Jendela

Leave a Comment

Close
Maximize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: