Konstruksi Stator Generator

Stator generator terdiri dari beberapa bagian kontruksi seperti:

Stator frame

merupakan merupakan casing dimana stator core, bearing bracket dan seal ring bracket terpasang. Desainnya ditujukan untuk menghasilkan konstruksi casing generator yang kedap udara dan mampu menahan tekanan gas sampai 10 kg/cm2, dua kali lipat tekanan maksimum.

stator frame Konstruksi Stator Generator

Gb 1. Konstruksi frame

Stator Core Lamination

merupakan bagian dimana terpasang stator coil dan lokasi dimana terjadinya aliran induksi medan magnet. terbentuk dari susunan plat-plat besi silikon magnetik tipis dengan ketebalan 0.35-0.5 mm yang membentuk suatu cakram, dimana dibagian sisi dalam dibentuk seperti gigi yang akan membentuk slot untuk lokasi pemasangan coil.

Konstruksi dasar stator core  Konstruksi Stator Generator

Gb 2. konstruksi Core Lamination

Stator Core End

adalah konstruksi pada sisi ujung dari core frame. Bagian ini dipasang untuk mengikat dan memperkuat stator core frame. Materialnya terbuat dari bahan besi silikon plat non-magnetik untuk mengurangi terjadinya stray losses. Selain itu, pada core end ini juga dipasang support/penahan untuk stator coil end yang terbuat dari material non metal untuk mengurangi rugi-rugi eddy current

Konstruksi stator core end Konstruksi Stator Generator

Gb 3. konstruksi Core End

Flexible Support Stator Core

Konstruksi stator core frame dipasang pada generator casing melalui flexible support. Dalam konstruksi generator 2 kutub. Tarikan magnet yang dibangkitkan oleh flux rotor dan stator akan menyebabkan terjadinya vibrasi tinggi. Penggunaan flexible support akan mengurangi pergerakan vibrasi dari core ke casing generator.

Flexible Support Stator Core Konstruksi Stator Generator

Gb 4. konstruksi Flexible Support

Stator Coil

merupakan penghantar utama arus output generator. Terbuat dari material tembaga murni (copper) yang dilapisi oleh material isolasi. Terdapat lubang ventilasi yang memungkinkan gas pendingin masuk dan langsung menyerap panas yang dihasilkan oleh stator coil. Lubang ventilasi  (ventilating duct for forced air cooling) tersebut terbuat dari tube metal yang memiliki nilai resistansi tinggi. Dipasang pada stator core slot, untuk Menahan agar tidak keluar dari slot akibat gaya magnetik. Pada bagian luar slot dipasang pasak (WEDGE) yang berbentuk trapesium dan terbuat dari material non-magnetik.

Konstruksi stator coil Konstruksi Stator Generator

Gb 5. konstruksi Stator Coil

Stator Coil Isolation

Merupakan material dielektrik yang melapisi coil konduktor stator sehingga secara dielektrik terpisah / tidak terhubung dengan bagian inti besinya (ground). Karakteristik yang diharapkan dari material:

  • Mampu menahan tegangan tinggi.

  • Padat secara merata (homogen), sehingga tahan terhadap penyerapan kelembaban, bahan kimia dan minyak.

  • Thermal-elastis, agar mampu mengakomodasi ekspansi dan kontraksi coil akibat kenaikan atau penurunan temperatur.

Isolasi stator coil Konstruksi Stator Generator

Gb 6. konstruksi Isolation

Standar sistem isolasi diklasifikasikan NEMA dengan mengacu kepada temperatur maksimum operasi dari motor dan generator. Berikut adalah tabel klasifikasi kelas temperature motor dan generator.

Tabel standar kelas temperature motor dan generator

Tabel standar kelas temperature motor dan generator Konstruksi Stator Generator

Secara umum, motor dan generator sebaiknya tidak dioperasikan melebihi nilai maksimum temperatur yang diijinkan. Setiap kenaikan 10ºC dari nilai batas yang diizinkan dapat menurunkan usia efektif generator sampai setengah dari usia normal. Kelas temperature B paling sering ditemui pada motor dan generator yang bekerja pada frekuensi 60 Hz, sedangkan kelas temperature F paling sering ditemui pada motor dan generator yang bekerja pada frekuensi 50 Hz. Micadur sebagai salah satu sistem isolasi belitan stator generator kelas temperature F, dirancang agar generator dapat beroperasi efektif selama 30 tahun dalam kondisi termal, elektris, mekanis, dan lingkungan yang optimal.

Stator coil end

adalah kedua bagian ujung dari stator coil dimana yang terdapat pada sisi turbin merupakan titik belok (bending) dan sisi exciter merupakan titik sambungan (connecting). Bagian coil end ini merupakan bagian yang paling kritis, karena pada bagian inilah terdapat sambingan antar coil dan posisinya diluar slot stator core, sehingga memiliki resiko terhadap keretakan mekanik akibat gaya elektromagnetik saat operasi normal maupun saat kondisi gangguan short circuit. Konstruksinya diikat pada konstruksi support yang dipasang pada core end dan sebuah surge ring yang berbentuk lingkaran. Semua konstruksi ini terbuat dari material non-magnetik untuk meminimalisasi rugi-rugi besi dan eddy current akibat flux yang timbul pada coil end.

Konstruksi stator coil end Konstruksi Stator Generator

Gb 7. konstruksi Stator coil end

Artikel berkaitan: generator, ‎ inspeksi wedge generator, prinsip kerja sistem eksitasi generator, partial discharge

Generator

About alief rakhman

Jika menurut sahabat artikel ini bermanfaat, silahkan COPY atau SHARE serta cantumkan sumbernya (URL lengkap artikel). Terimakasih.